Wabah Pandemik Virus Corona ( Covid 19)
dan Pencegahannya
A. Kisah dari Wuhan, Awal Pandemi Virus Corona yang Tidak Akan Terlupakan...
Dikutip dari KOMPAS.com - Pasar
makanan laut Huanan di pusat Wuhan mulai "hidup" sejak dini hari.
Biasanya, para pedagang mulai menyiapkan barang dagangannya pada pukul 03.00
pagi. Mereka memasukkan tangan-tangannya pada air dingin tempat mencuci dan
menyiapkan barang dagangan bagi pelanggan yang datang setiap pagi. Pasar
ini membentang di dua sisi jalan utama dari sebuah lingkungan kelas atas
distrik komersial Hankou. Namun, semuanya berubah sejak akhir Desember 2019,
saat sebuah wabah baru pertama diidentifikasi dari tempat ini. Pada pertengahan
Desember 2019, Lan, seorang pedagang makanan laut kering, merasa tidak enak
badan. Ia mengalami flu, dan penyakit ini bukan penyakit yang luar biasa bagi
pedagang di sana.
Terakhir Lan pun tinggal di rumah untuk
beristirahat setelah mengalami penurunan berat badan 3 kilogram hanya dalam
beberapa hari. Lan memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dan melakukan
pemeriksaan. Dari sana, ia dikirim ke sebuah rumah sakit khusus penyakit
menular dan menjalani perawatan di sana pada 19 Desember 2019. Saat itu, Lan
tidak tahu bahwa dirinya merupakan satu di antara kasus-kasus pertama dari
sebuah virus corona baru yang sangat menular
B. Penularan antar-manusia
Pada akhir Desember 2019, sebelum Lan
sembuh setelah lebih dari 20 hari dirawat di rumah sakit, kabar tentang
penyakit misterius di Wuhan pun menyebar. Saat itu, tersebar tangkapan layar
percakapan tertanggal 30 Desember 2019. Tangkapan layar itu menampilkan
peringatan yang disampaikan seorang dokter di rumah sakit Palang Merah Wuhan,
Liu Wen. Ia mengingatkan rekan-rekannya tentang kasus yang dikonfirmasi virus
corona di rumah sakit lain. "Cuci tanganmu! Masker wajah! Sarung
tangan!" tulis petugas medis tersebut. "Pemberitahuan mendesak"
dari Komisi Kesehatan Wuhan tentang kasus pneumonia tidak dikenal secara
berturut-turut juga tersebar dan diunggah secara daring pada hari yang sama.
Pernyataan tersebut memerintahkan rumah
sakit untuk memperkuat kepemimpinan yang bertanggung jawab dan memastikan bahwa
tidak ada yang mengungkapkan informasi kepada publik tanpa otorisasi.
"Tidak ada bukti yang jelas akan adanya penularan antar-manusia. Penyakit
ini bisa dicegah dan dikendalikan" tulis Komisi Kesehatan dalam pernyataan
yang disampaikan. Satu hari setelahnya, 1 Januari 2020, pasar makanan laut
Huanan ditutup dan biro keamanan publik Wuhan mengumumkan bahwa 8 orang telah
dihukum karena menyebarkan isu. Sementara itu, di seberang Sungai
Yangtze, orang-orang yang belum pernah pergi ke pasar Huanan juga jatuh
sakit. Pada minggu kedua bulan Januari, Coco Han, yang berusia 22 tahun,
mengalami gejala batuk yang terus-menerus. Setelah satu minggu, ia pergi ke
klinik setempat dan melakukan CT scan. Hasilnya, terjadi infeksi di paru-paru
Han. Seorang dokter berpakaian hazmat lengkap pun mengawalnya ke rumah sakit
lain untuk melakukan tes-tes selanjutnya.
Saat pihak berwenang mengumumkan tentang
tingkat infeksi virus, rumah sakit-rumah sakit di Wuhan telah kelebihan pasien.
Jumlah pun kembali meningkat setelah pengumuman tersebut disampaikan.
"Rumah sakit sangat sibuk. Kami tidak bisa pulang" kata seorang
perawat. Pada 23 Januari 2020, kota dengan 11 juta penduduk tersebut pun
ditutup. Daerah-daerah sekitarnya juga mengikuti, membuat lebih dari 50 juta
penduduk berada di bawah aturan karantina rumah secara de facto. Kelebihan
pasien dan kurangnya tenaga medis serta fasilitas lainnya membuat rumah sakit
mulai menolak pasien-pasien baru. Pada 19 Februari 2020, jumlah kematian
akibat virus ini telah melewati angka 2.000 orang. "Virusnya sangat cepat.
Pada awalnya, semua terasa di luar kendali. Kami tidak tahu apa yang
terjadi," kata seorang dokter yang merawat pasien virus corona di rumah
sakit pusat Wuhan.
C. Penyebaran Virus Corona di
Indonesia
Jakarta - Indonesia masih
bergelut melawan virus Corona hingga saat ini, sama dengan negara lain di dunia.
Jumlah kasus virus Corona terus bertambah dengan beberapa melaporkan
kesembuhan, tapi tak sedikit yang meninggal. Usaha penanganan dan pencegahan
terus dilakukan demi melawan COVID-19 dengan gejala mirip flu.
Kasus virus Corona diketahui lewat penyakit misterius yang melumpuhkan
Kota Wuhan, China. Tragedi pada akhir 2019 tersebut terus berlanjut hingga
penyebaran virus Corona mewabah ke seluruh dunia. Dikutip dari CNN,
berikut beberapa hal yang wajib diketahui seputar perkembangan Coronavirus,
yang biasa disebut virus Corona atau COVID-19, hingga mewabah dan jadi pandemi.
Virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan
pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga
berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging
binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan
berbagai jenis tikus.
Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak
ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa
kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan.
Coronavirus sebetulnya tidak asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya
beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang
paru.
Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang
juga berkaitan dengan virus
Corona. Dengan latar belakang tersebut,
virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala
yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan
infeksi lebih parah dan gagal organ.
D. Pandemi COVID-19
Kelelawar, ular, dan berbagai hewan
eksotis lain hingga kini masih dianggap sebagai vektor virus Corona atau
COVID-19. Terlepas dari benar-tidaknya informasi tersebut, COVID-19 membuktikan
diri mampu menular antarmanusia. Penularan sangat cepat hingga Organisasi
Kesehatan Dunia WHO menetapkan pandemi virus Corona atau COVID-19 pada
(11/3/2020).
Pandemi atau epidemi global
mengindikasikan infeksi COVID-19 yang sangat cepat hingga hampir tak ada negara
atau wilayah di dunia yang absen dari virus Corona. Peningkatan jumlah kasus
terjadi dalam waktu singkat hingga butuh penanganan secepatnya. Sayangnya,
hingga kini belum ada obat spesifik untuk menangani kasus infeksi virus Corona
atau COVID-19.
WHO menyatakan saat ini Eropa telah
menjadi pusat pandemi virus Corona secara global. Eropa memiliki lebih banyak
kasus dan kematian akibat COVID-19 dibanding China. Jumlah total kasus virus Corona, menurut
WHO, kini lebih dari 136 ribu di sedikitnya 123 negara dan wilayah. Dari jumlah
tersebut, nyaris 81 ribu kasus ada di wilayah China daratan. Italia, yang
merupakan negara Eropa yang terdampak virus Corona terparah, kini tercatat
memiliki lebih dari 15 ribu kasus.
E. Gejala COVID-19
Ciri-ciri virus Corona pada gejala
awal mirip flu sehingga kerap diremehkan pasien. Namun, berbeda dengan flu
biasa, infeksi virus Corona atau COVID-19 berjalan cepat, apalagi pada pasien
dengan masalah kesehatan sebelumnya.
Gejala ringan kasus infeksi
virus Corona atau COVID-19:
1. Batuk
2. Letih
3. Sesak napas dan ngilu di seluruh tubuh
4. Secara umum merasa tidak enak badan
Gejala berat kasus infeksi virus Corona atau COVID-19:
1. Kesulitan bernapas
2. Infeksi pneumonia
3. Sakit di bagian perut
4. Nafsu makan turun
Ciri-ciri virus Corona atau COVID-19 dan gejalanya kebanyakan muncul 2-10 hari setelah
kontak dengan virus. Tapi pada beberapa kasus, ciri-ciri awal Coronavirus dan
gejalanya baru muncul sekitar 24 hari. Untuk membedakan ciri-ciri awal Corona
dan flu biasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Dalam 14 hari sempat bepergian ke negara yang dianggap
sumber virus Corona
2. Sempat kontak dengan pasien yang mengalami infeksi
Corona
Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 yang masih mewabah
bisa dicegah dengan cara yang sederhana. Berikut empat cara pencegahan virus
Corona atau COVID-19:
F. Pencegahan COVID-19
Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 yang masih mewabah
bisa dicegah dengan cara yang sederhana. Berikut empat cara pencegahan virus
Corona atau COVID-19,
1. Cuci tangan
Saat cuci tangan dengan sabun dan air minimal dilakukan
selama 20 detik. Jika tak ada air dan sabun bisa dengan hand sanitizer dengan
kandungan alkohol minimal 60 persen. Cuci tangan harus dilakukan sebelum dan
setelah beraktivitas.
2. Jangan menyentuh tempat umum
Ketika berada di fasilitas umum, sebaiknya jangan menyentuh
tombol lift, pegangan pintu, pegangan tangga atau eskalator. Jika harus
menyentuh, sebaiknya gunakan tisu atau lengan baju dan segera cuci tangan
setelahnya.
3. Hindari keramaian
Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 mudah menyerang
saat di tempat ramai. Karena itu, usahakan tidak berada di keramaian apalagi
dalam ruangan berventilasi buruk. Bila terpaksa berada di keramaian, jangan
sembarangan menyentuh wajah, hidung, dan mata, apalagi bila belum cuci tangan.
4. Rajin membersihkan rumah
Bersih-bersih rumah menggunakan cairan disinfektan menjadi
upaya lain mencegah kasus infeksi virus
Corona atau COVID-19. Setelah
cara-cara pencegahan ini dilakukan, jangan lupa gunakan masker saat
beraktivitas di luar rumah.
demikian semoga kita terhindar
dari tertulanya virus corona, dengan mengikuti saran dan aturan pemerintah
untuk tetap di ruma saja.
Sumber bacaan :
Artikel ini telah
tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah dari Wuhan, Awal Pandemi Virus
Corona yang Tidak Akan Terlupakan...", https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/14/070100165/kisah-dari-wuhan-awal-pandemi-virus-corona-yang-tidak-akan-terlupakan?page=1.Penulis : Vina Fadhrotul Mukaromah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Tidak ada komentar:
Posting Komentar